poenyakoe……;)

October 13, 2008

Belajar sejarah (1)

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 4:15 am and

Waktu saya SMP SMA gitu, saya paliiiing sebel ama yang namanya pelajaran sejarah, bukan karena nggak suka ama sejarahnya, tapi lebih karena ribetttt sama hafalan nama tempat dan tanggal. Bayangin aja kalo lagi ujian, pilihan jawabannya kan kalo nggak 2 september, 12 September, 22 September. Halah….

Waktu saya SMP sih di SMP 2 Tanjungkarang, ada guru sejarah yang saya suka banget, namanya Pak Untung.Dia cerita sejarah kayak ngedongeng gitu, trus lucu, jadinya belajar nggak kayak belajar, yang harus hafal ini dan hafal itu, aduh kalo inget jaman baheula, setiap mau ujian hafalan, ngomong sendiri kaya orang gila gitu sambil komat kamit, ih pusssiiiing…..nah, jaman Pak Untung dulu, saya seneng tuh belajar sejarah, apalagi ceritanya tentang kerajaan-kerajaan jaman dulu di Indonesia, kan jadi kayak ngedengerin sandiwara radio.

Waktu SMA saya bener-bener anti sejarah, amit-amiiiiittttt……

Pelajaran yang sebenernya enak tapi dibikin nggak enak karena cara ngajarnya yang nggak menarik sama sekali. Walhasil, pernah di satu ujian dadakan, saya sama temen sebangku dulu waktu kelas 2 SMA 2 tanjungkarang, trus temen di depan saya Aulia dan Esti, dapet nilai yang, OMAIGAT, cukup kami saja yang tau, hihihihihi…..

Sejarah udah bener-bener jadi sejarah buat saya, karena waktu kuliah yang saya pelajari Cuma sejarah agribisnis Indonesia, hehehe.Sampe akhirnya saya ketemu nih buku bagussss banget, karangan Langit Kresna Hariadi, judul bukunya Gajah Mada, tapi ada 5 jilid sampe buku terakhirnya Gajah Mada, Makadipura Hamukti Moksa.

Saya yang lagi jengah-jengahnya sama chiclit, teenlit, dan lit lit lainnya, sama cerita yang gitu-gitu juga, langsung mendapatkan masa lalu sejarah saya yang terabaikan.Tanpa mengurangi nilai sejarahnya, karena penulisannya, terutama di jilid ke2 dan hingga jilid 5 disertai dengan riset ilmiah, novel ini mampu menyuguhkan cerita di era abad ke 13, tanpa harus tersiksa karena hafalan sejarahnya.

Dalam satu buku saja saya sudah sedikit mengerti runutan sejarah kerajaan majapahit, hingga naiknya tahta Hayam wuruk, kemudian peristiwa Perang Bubat yang sempat merupakan salah satu kesalahan gajah Mada, dan penyebab kejatuhannya, sebelum akhirnya satu tahun kemudian, beliau diminta kembali untuk menduduki jabatan sebagai Mahapatih di Majapahit.

Jadi, sejak itu saya kan jadi lebih mengerti bahwa Gajah Mada itu bukan hanya merupakan merek Mie kegemaran saya, atau nama jalan tempat teman saya tinggal, atau juga bukan hanya nama universitas di Jogja sana.Dan sekarang, kalo ada ujian susulan tentang sejarah Indonesia, saya nggak begitu panik lagi.

Uhm… yakin niiiihhhh………;)

Belajar Sejarah (2)

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 4:13 am and

Lama tinggal di Jawa Barat alias tanah pasundan, saya memang nggak pernah merhatiin nama jalanan di sini, kalo di Bogor sih nama jalannya, Pajajaran, Cirahayu, Jalak Harupat, pangrango.

Pertama saya baca di bukunya E.S ITO, judulnya Negara kelima, bagus tuh buku, kalo Langit Kresna Hariadi lebih focus ke sejarah Jawa, mulai dari 5 jilid Gajah Mada, terus keluar lagi bukunya Perang Paregreg, dan lain-lain, bukunya E.S itu sungguhlah sangat menarik, karena di buku Negara Kelima ceritanya tentang sejarah di Sumatera, terutama Sumatera Barat, dengan teori-teorinya yang menarik, yang saya juga bahkan nggak dapet di kelas sejarah sekolahan jaman dahulu.

Balik ke bahasan tanah pasundan dulu ya, jadi menurut sejarah nih, di era abad ke 13, terjadi peristiwa berdarah yang amat menyedihkan di Lapangan Bubat kerajaan Majapahit, waktu itu Prabu Hayam Wuruk ceritanya mau mempersunting putri dari kerajaan sunda galuh, yang namanya Dyah Pitaloka, tetapi Mahapatih Gajah Mada ngotot bahwa sunda galuh harus membawa Dyah pitaloka sebagai gadis persembahan sebagai tanda sunda galuh tunduk pada kekuasaan Majapahit.

Sunda Galuh menganggap hal itu sebagai penghinaan dan akhirnya memutuskan untuk melakukan perlawanan.Peristiwa tersebut akhirnya menewaskan seluruh utusan Sunda, termasuk raja, ratu, dan Dyah Pitaloka yang akhirnya bunuh diri diri dengan menggunakan senjata kujang (itu loh tugu yang ada di Bogor).Nah, semenjak peristiwa itu, jadi ada dendam tersendiri yang menyebabkan adanya permusuhan antar Sunda dan Jawa,salah satunya yang menyebabkan seluruh jalan di tanah sunda tidak ada yang berbau Gajah Mada ataupun Hayam Wuruk. Walaupun kalau sekarang mungkin tidak seekstrim jaman dulu kali ya…..

Belajar Sejarah (3)

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 4:10 am and

Kalo melanjutkan ngebahas tentang bukunya E.S ITO, itu menarik juga, karena dia bercerita tentang sejarah Sumatera Barat, dengan cerita mengenai legenda Atlantis awalnya, dan beberapa teori yang mengatakan bahwa keturunan Iskandar Agung, pernah mendarat di Sumatera Barat, dan berkembang disana, tetapi yang menarik justru cerita mengenai garis keturunan matrilineal dan asal muasalnya di Sumatera Barat.

Pada awalnya, garis keturunan di Sumbar masih menganut patrilineal, tetapi masih nyangkut ke perluasan majapahit nih, utusan dari Majapahit yaitu Adityawarman, datang hendak menundukkan Sumatera Barat, lalu kemudian disusunlah strategi supaya tidak usah terjadi peperangan tetapi bisa menang gitu deh intinya, jadi akhirnya disusunlah garis keturunan matrilineal, dengan garis ibu, kemudian Adityawarman itu dinikahkan dan dijadikan raja disana, tetapi dengan garis tersebut, otomatis kekuasaaan tidak jatuh ke keturunan Adityawarman, tetapi pada akhirnya akan dilanjutkan ke kemenakannya sebagai keturunan dari pihak ibu, kalo bingung tanya ama orang padang aja deh…

Mirip juga sih dengan rencananya raja sunda yang mengangkat putri Diah Pitaloka menjadi raja Sunda Galuh, sehingga kalo perkawinan itu jadi, dengan kedudukan yang setara sebagai Raja majapahit dan Ratu Sunda Galuh, maka keturunan Dyah Pitalokalah yang akan menjadi raja, dan tentu pada akhrinya rakyat Sunda Galuh kan pasti rela-rela ajalah diperintah dengan keturunan Ratu Majapahit si Dyah Pitaloka tea, tetapi rencana tersebut batal deh karena keburu tumpas oleh perang bubat.

Sejarah agak maju dikit dengan era Mataram di bukunya YM Mangunwijaya yang judulnya Roro Mendut, disini agama islam sudah mulai masuk ke tanah jawa, bagus juga tuh bukunya. Lebih maju lagi ke sejarah era republik, setelah saya baca bukunya E.S ITO lagi yang judulnya Rahasia Meede, waduh menarik banget ceritanya terutama tentang sejarah dan liku-liku kota tua Jakarta.Sejarah VOC dan kompeni, eh kenapa bangsa kita sampe sekarang nyebut penjajah Belanda dengan sebutan kompeni, ya sebagian besar itu karena mau nyebut singatan VOC kan susah, akhirnya yang kesebut Cuma ujungnya doang, itupun jadi kepleset jauh jadi kompeni, hehehe…

Dengan itu saya jadi seneng deh dengan cerita-cerita yang berbau sejarah sekarang ini, bahkan juga sejarah negeri lain ternyata sangat menarik…..

Belajar Sejarah (4)

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 4:08 am and

Sangat menariknya sejarah kota terlarang di China, saya pelajari di novelnya Anchee Min yang judulnya Empress Orchid, aduh ternyata jaman dulu kaisar china punya beberapa orang permaisuri dan selir hingga 3000 orang, bayangkan….setahun nggak abis semua tuh, hehehehe….tapi jadi kebayang juga perasaan selir-selir yang depresi demi ditemui oleh sang kaisar, yang bahkan sepanjang hidupnya, mungkin aja dia nggak akan pernah ditemuin sama si kaisar itu, walah….

Lalu hukum yang berlaku juga ketat sekali, salah sedikit main penggal, gantung, atau cambuk, hiiiiyyyy…. sama juga sih kalo di jaman mataram ada pasukan pengawal raja yang terdiri dari para perawan yang jago-jago, jadi kalo sang prabu sedang ada upacara atau petremuanlah, nggak ada yang boleh ngeliet langsung ke raja, semua harus tunduk pandangan, kalo sampe ada yang ketauan berani liet raja, hukumannya nekkkk, bunuh di tempat, jlegerrrrr, beratnya hidup nak… bayangin sekarang, kalo mau memandang pak presidek SBY ampe mata bengkak juga silakan….

Sekarang lagi belajar sejarah Jepang nih via Taiko dan Musashi, aduh kan ternyata cerita sejarah itu menarik banget ya.Coba bayangin, perubahan yang terjadi dai jaman homo soloensis ato Palaeo Javanicus dulu, hingga berdirinya kerajaan-kerajaan, terus masuknya penjajah selama 300 tahun, dilanjutin dengan berdirinya negara republik di nusantara yang usianya masih terbilang muda 63 tahun, berbagai hal bisa terjadi di depan….apakah republik akan bertahan… waduh kok nyeremin ya.

Pada akhirnya, dari sejarah bisa ditarik garis merah, dengan pola yang selalu berulang, dari sejarah kita belajar untuk melangkah lebih baik dimasa depan.

Adios….

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.