poenyakoe……;)

August 20, 2008

Becoming holistic person

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 7:00 am and

This idea of writing comes as one friend of mine ask me to write again, what…. I haven’t been write for sooooo long time and really have no idea, hehehehehe….

But something comes in my mind later, something related to becoming successful person vs holistic person.

Beberapa waktu yang lalu, saya baru baca novel yahhhh metropop2 gitu dehhhh, tapi yang ini menarik judulnya become 20 is something hard (yuppieeee….., im still 20…ujung….;). Sebagian kisahnya katanya pada usia 20an kita2 itu dihadapkan pada suatu krisis, dimana pada fase ini “mereka” masih memiliki ambisi besar, mimpi setinggi langit serta energi yang luar biasa besar, padahal hidup itu tidak selalu ideal, bahkan lebih sering terasa pahit.

That’s why mungkin, saya pernah deh terlibat suatu debat2 ngaco dengan temen saya yang menurut saya waktu itu soooo ambitious dengan karirnya, karena menurut dia karir adalah segalanya, yang lain2 itu number two, even keluarga or else…… bagi beliau (waktu itu ya, sekarang kurang tau karena dah lama gak berantem, hahahaha) suksesnya ditentukan pada seberapa dia berhasil dengan  kariernya.  Itu lamaaaa sekali, mungkin sekitar 5 tahunan yang lalu.

Sampai kemudian sekitar tahun 2006, di kuliah wirausaha kalo nggak salah, ada dosen saya yang namanya pak Abdul Basith, wow he’s great, yang ngajarin ukuran sukses itu nggak Cuma diukur pada satu sisi tapi delapan sisi mencakup 8 aspek dalam kehidupan dan tugas kita adalah menyeimbangkan delapan sisi tersebut dalam suatu yang bisa digambarkan dalam bentuk diagram lingkar. Menjawab debat2 kusir saya 5 tahun yang lalu, mungkin bisa dibilang seseorang bisa sukses dalam sisi karir tapi gagal total dalam sisi keluarga, atau mungkin kesehatan, atau mungkin lingkungan sosial. 

Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 2008 alias sekarang euy….

Saya ikut pelatihan yang dibayarin kantor (alhamdulillah), namanya pelatihan seft by pak ahmad faiz zainuddin, materi pelatihannya banyak dan sangat menarik, walaupun saya masih setengah-setengah hati menerima teknik tappingnya karena masih banyak gagalnya (aha segala kurang khusuk dll kali ya, my fault), tetapi banyak sekali ide2 dan ilmu baru yang bisa saya ambil, sehingga akhirnya ada juga pelatihan yang nggak bikin saya ngantuk ataupun kabur (trust me, when it got soooooo bored, ill find the way to run away, upssss…).  Salah satunya adalah ajarannya mengenai becoming holistic person, nyaris mirip dengan yang diajarkan dosen saya tetapi ini menyangkut 7 elemen, dan perincian yang lebih jelas lagi.

Ketujuh aspek tersebut adalah spiritual, emotional, social, intelectual, aesthetical, physical, dan financial.

Aspek spiritual adalah enlightened soul, bagaimana kita bisa mencapai meaningful dan joyful life.

Aspek emotional adalah fighting spirit, yaitu mencapai self integrity dan self mastery.

Aspek social adalah loving heart, yaitu loving paradigm dan loving leadership.

Aspek intellectual yaitu brilliant mind, yaitu wise generalist dan distinctive specialist.

Aspek aesthetical yaitu sharpened sense, untuk menghasilkan beautiful expression dan creative imagination.

Aspek physical untuk prime body, yaitu flexible and strong, serta healthy and fit.

Aspek financial untuk wealthy life, yaitu entrepreneur skill dan fortune skill.

That’s why I just cant wait for his next book “The holistic person empowerment system”

Ada pembahasan yang sangat menarik dalam bukunya Pak faiz, suatu ketika seorang temannya pernah berkata apakah mungkin seseorang bisa menjadi holistic person?, menurut beliau saat itu, it just too perfect, so its impossible to achieve.  And that’s why it called becoming, not being.  Karena being adalah satu keadaan “telah jadi”, final dan statis.  Sedangkan becoming adalah keadaan dinamis, tidak pernah final, selalu berproses menuju perbaikan.  On becoming a holistic person adalah satu ikhtiar terus menerus utnuk memperbaiki diri yang terarah pada kondisi ideal yang tak pernah final: holistic person.

Saya sangat terkesan dengan ilmu-ilmu tersebut, menolong saya untuk selalu berusaha becoming-becoming, dan dengan senang hati saya berbagi dalam tulisan ini, karena dengan berbagi, saya belajar. (nah…nah…itu aspek apa ya, hahahahaha….)


No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.