poenyakoe……;)

July 8, 2006

Mercusuar

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 5:23 am and

What wud u think if u see a light
house?

Pada dasarnya mercusuar adalah
bangunan yang sangat berjasa.

Cahayanya memberi guideline yang
menjaga agar kapal-kapal yang berlayar disekitarnya tidak tersesat, salah arah,
atau menabrak sesuatu.

Mercusuar memberi penerangan
disekitarnya padahal dia sendiri gelap.

It’s a great building, memang
pada dasarnya bangunan itu dibuat untuk menolong pelayaran disekitarnya.

Mercusuar pada hakikatnya sebuah
mercusuar.

Tetapi ada mercusuar jenis lain,
mercusuar yang tidak menyinari, menerangi, ataupun memberi arah, tetapi
menyoroti sekitarnya tanpa kecuali, padahal dia sendiri gelap.

Bangunan ini parah, menurutnya
nggak ada yang bagus, padahal dia hanyalah bangunan kaku, yang gelap dan
lusuh….

Kadang-kadang kapal malah tidak
bisa melihat bangunan aslinya yang bobrok itu, karena selalu ditutupi oleh
sinarnya.

Mungkin juga sinar-sinar itu
dibuat untuk menutupi bangunan bobroknya…?

Dulu di pelajaran sejarah saya,
pernah diajarin salah satu mantan presiden kita melakukan politik mercusuar,
one of u remember?

Di Indonesia dibangun monas, dan
gedung-gedung bersejarah yang megah pada masa itu, festival olahraga
internasional digelar, untuk ngebuktiin ke internasional bahwa Indonesia adalah
Negara yang jaya, padahal semua itu adalah sinar dari mercusuar sementara
bangunannya sendiri, rakyat dari bangsa itu menderita karena kelaparan dan
kemiskinan.

 

Im talking about those ships who
want to sail near the light house, please beware….

Make sure wheter those buildings
really really want to help u out, to show you the light, or it just want to
show up it’s own lights to u.

Because those kinda light will
just make u lost.

The real light house wud make u
sail and sing…” cuz we are family….., together u and me…..”

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 5:16 am and

LIVIN’ A LIFE, an Intermezzo…

It was one second as I want to turn off my computer, when
I got a short message from my friend. He was having a bad day on work and start
asking “What do you think life is…?, what a simple question with a difficult
answer, which pausing me, contemplate…

I do also wondering.
Well…., what is life, and why.
What is the essence of life?
So far, are we just going through this life or what…?
After all, we never ask for living in this world.
We were born…
And we are passing through the life, until the end.

Meanwhile, he is waiting for me to reply the message.

Okay.
The first thing crossed in my mind is the words I got from
Forrest Gump, it was a movie played by Tom Hanks. Live is like a box of
chocolate, we never knew what would we got.

I do agree if people said that live is about a choice.
About whom we love, or we hurt.
About what we believe, about happiness, and mercy.
About avoiding jealousy, to contend indifferent feeling,
building trust.

About what you say, and what you mean.
About respecting people the way they are.
And the most important, this life is about to choose on
using your life to touch other people’s life with a certain way which cannot be
replaced by another way.

 

Speaking about choice and struggle,
Meaningful live is a sequence of troubles and problems
which we got to find the way out.

The choice is about whether we are going to fight or
surrender.

Whether we are going to be the winner or being a looser.

Even though, for me every living people is a hero, at
least for themselves.

Because, many times the trial or examination for courage
is not the courage to death, but the courage to life!

So, it doesn’t matter how long we going to live, the thing
is, how we live.

It is about the choice.

In an economical thinking, live is an investment from
time.

With a certain amount for each: 86.400 second a day,
604.800 a week, 2.419.200 a month, and 29.030.400 a year. How did we invest the
time as well as an investment manager did, that is the goal.

I do remember a marvelous message I got long time ago.

“Value each precious moment
Morning brings hope
Afternoon brings faith
Evening brings love
And night brings rest
Wish you find them all today
And everyday”

So, what can we do with the investment?

Well, now how about thinking about how simple live can be.

Like a title of a rock song, which say that this live is a
stage for a performance. Song by Ahmad Albar, or a quote by Dean Wringe, live
is only a game, but the fight which make it precious.

Or why don’t we just follow what Pariyem said, she was the
maid (or abdi dalem on Javanese) of nDoro Kanjeng Cokro sentono at nDalem
Suryomentraman Ngayogyakarta, a novel by Linus Suryadi Ag.

Live doesn’t need to be felt
Live doesn’t need to be think
From the beginning to the end
It flows….
Just like the river of Winaraga
Just like the river of Code, in the middle of city
Just like the river of Gajah wong
The live flows…

Well…
Might be.

Okay, I’ll just let my friend conclude himself, what do I
know about live anyway,

I’m about to turn off my computer, its getting late.


Good afternoon.
_________________

July 1, 2006

Marah…

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 1:23 am and

Today I feel so tired…, so damn tired, and so many things seemed to be messy.  Kalo udah capek and banyak urusan-urusan ga ada juntrungan itu saya suka gampang kesel, bt aja bawaannya, jangan disenggol-senggol deh, ntar bagaikan melempar api ke bensin, hehehehe…., ujungnya apa coba, gampang marah kan.

Menurut saya gak cuma saya, pasti banyak deh orang yang kalo udah capek, kesel, tapi masih diribetin dengan macem-macem urusan, waduuuuuuhhhhh ujian berat buat emosi.  Kalo udah gitu, lebih baek take back….. daripada gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga, gara-gara bt setitik rusak semuahhhh.

Darimana kemarahan berasal?  Bagaimana kemarahan dapat meluap?, mari kita telaah secara ilmu pengetahauan, hehehe….dari buku yang saya pernah baca, kita menciptakan kemarahan dengan menempatkan tuntutan pada diri sendiri dan orang lain.  Ini adalah tema yang selalu muncul, akibat dari “seharusnya, harus, dan sebaiknya”.  Kemarahan selalu mengaitkan kata “seharusnya”.  Jadi semakin sedikit “seharusnya, harus, dan sebaiknya”, semakin bahagia kita dan semua yang berhubungan dengan kita.

Marah pada dasarnya adalah suatu pengalaman dan ungkapan emosi yang umum, dalam sehari kita kan ngelewatin waktu panjang 24 jam, aliran emosi kan gak selalu senang setiap saat, emosi kita naik dan turun tergantung kondisi dan situasi.  Nah, kalo kondisi kita sedang nggak ok, lalu ada situasi yang nggak menyenangkan, duarrrrrr………. Jadi deh.  Nah, yang jadi masalah kan kalo ungkapan emosi tadi dikeluarkan secara berlebihan dan tidak terkendali.

Ekspresi kemarahan seseorang itu beda-beda, contoh yang nggak jauh itu ibu dan bapak saya, ibu seperti halnya wanita pada umumnya (maap ya mah….;)) lebih ekspresif ngungkapin marahnya, duh bisa ngomellllll seharian panjang kali lebar, sampe jadi volume baru berenti, sedangkan bokap lebih cenderung diam, nggak ngomong apa-apa, tapi justru menebar aura ketegangan, hehehehe….

Tapi kemarahan itu pada dasarnya wajar dan harus diekspresikan lho, kata buku-buku kesehatan nih, kalo kita menyimpan kemarahan atau menekan, dapat mengakibatkan gangguan medis, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner, duh……., tapi yang penting kan bagaimana kita mengekspresikan kemarahan itu secara sehat.

Yang perlu kita semua garis bawahi adalah tidak menyamakan kemarahan dengan agresi (wow, seperti agresi militer belanda kah…?;)).  Kemarahan adalah kondisi emosional, sedangkan agresi adalah perilaku.  Kalo marah tadi udah ada maksud-maksud sengaja melukai, menyakiti, ataupun mencelakakan objek atau orang lain, itu udah nggak sehat…., jangan salah loh agresi juga ada yang namanya agresi verbal, yaitu menyakiti dengan kata-kata, nih ada kata-kata favorit seseorang “kemana otak lo, gue rasa ditinggalin di rumah….” Oh …. Perihnya….. (hayo ya, yang punya kata-kata ampe bikin resign anak orang….).

Jadi paling canteknya gimana yahhhh…?

Mmmmmmmmmm…. Paling tepat sih kalo kita bisa mengekspresikan kemarahan itu dengan tepat dengan pernyataan langsung, bukan dengan semburan kemarahan, yang asertiflah gitu.  Susah ya, apalagi kalo udah jengkellllll banget ama orang yang nyebelin, duh rasanya pengen melakukan mutilasi..!!!!! huh…

Tapi saya belajar kok, saya sih belajar terus walopun nggak lulus-lulus, hehehehe….

Saya juga lagi belajar untuk memilih hal-hal yang pantes bikin saya marah dan hal-hal yang cuma buang-buang energi untuk dibikin marah, bukunya Ricahrd Carlson salah satu referensi yang bagus, “don’t sweat small stuff”, well because everything is small stuff…!!!

Jadi sekarang kalo udah ngerasa mau marah nih, kalo inget ya… itung sampe 10, biar emosinya menurun, istighfar….. istighfar……Kalo belum juga,…… hitung sampe seratus….kalo belum juga hitung ampe seribu, wah…. Pingsan….. (gak jadi kan marahnya????).

One thing we all gotta remember, that sometimes when we’re angry, we do have right to be angry, but that don’t give us any right to be cruel….

Good day everybody.

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.