poenyakoe……;)

June 24, 2006

baby…. baby…..

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 10:43 pm and

Baby…baby…

Last week, saya ke rumah sakit, ada yang sakitkah….?

Temen saya melahirkan, a little baby girl, yang lucuuuuu banget. Rasanya lucu deh, ngeliet ke ruang baby, dimana semua baby lagi tidur dengan imutnya, ngegemesin… Meanwhile….., adik saya will have a baby too, this end of month. Inspired me to write about baby….

Buat saya, mempunyai baby adalah proses perubahan yang sangat besar yang terjadi dalam hidup seseorang, well, idealnya dua orang. Having a baby bukan sekedar melahirkannya ke dunia sebagai efek dari kegiatan seksual dua orang manusia.

Melahirkan suatu sosok baru ke dunia menuntut kesiapan yang sangat matang dari dua pihak terkait. Yang jelas dari sisi tanggungjawab dan perubahan pola hidup yang drastic mungkin terjadi pada orangtua baru tersebut. Temen kantor saya salah satunya, setelah punya baby, otomatislah dia yang tadinya pulang kantor yang masih kelayapan kian kemari, jadi siap grakkkk langsung pengen pulang ke rumah merawat babynya, memang tugas ganda seorang perempuan bekerja untuk menghadapai dilemma antara ngurusin keluarga, dan mempertahankan karier (u go women !!!!).

Okay, back to baby things…. Having a baby, gak Cuma bertanggungajawab untuk membesarkan dan ngerawat dia hingga dia jadi manusia yang mandiri, lebih dari itu, kita harus bisa menjaga keseimbangan hubungan antara anak dan orangtua… Artinya bagaimana kita bisa menuntun anak kita hingga bisa mempunyai pikiran yang baik tanpa kita harus memaksakan pikiran-pikiran yang kita miliki.

Lebih dari itu, bagaimana kita juga dapat menyeimbangkan peran serta dari kedua sosok baik ayah maupun ibu, according to my friend, an excellent father in my eyes, katanya seperti layaknya sebuah pesawat, sosok ayah dan ibu seperti sayap kanan dan kiri pesawat tersebut, jika kurang dikhawatirkan terjadi ketidakseimbangan dari lajunya sang pesawat.

Dari pengalaman saya, syukur kepada Tuhan, saya diberi kebebasan berpikir dan bertanggungjawab atas segala perbuatan saya oleh orangtua saya. Ada beberapa pengalaman teman yang mengikuti apa yang dipikirkan dan diputuskan oleh orangtua mereka.

Well, garis besarnya saya ngerti sih, itu untuk kebaikan anaknya, walopun after all yang ngejalanin kan anaknya, kalo nggak dibiarin jalan sendiri kapan bisa jalan?.

Mengutip tulisannya Kahlil Gibran tentang anak, “Anakmu bukan milikmu, mereka putera-puteri sang hidup, yang rindu pada diri sendiri. Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau” Waktu saya ngomong begitu ada temen saya yang bilang, ya elo sih belon jadi orangtua….. Iya juga sih, mungkin kalo saya udah jadi orang tua pikiran saya juga nggak 100% begini kali, hehehehe….

Tapi balik lagi, menurut saya itu hikmahnya sebuah proses yang dikasi sama Tuhan, kita mengalami tahap-tahap dalam kehidupan kita… Tahap bayi, balita, remaja, dewasa, hingga kita menjadi orangtua, hingga kita menjadi nenek atau kakek…., dari tahapan itu kita belajar pada saat menjadi anak, bagaimana kelak kita akan bersikap sebagai orangtua…., pada saat jadi orang tua, kita juga persiapan belajar, bagaimana menjadi seorang nenek atau kakek…. Pelajaran paling berharga yang menurut istilah teman saya didapat dari school called life…

Saya tutup deh dengan kutipan sang Kahlil Gibran…

Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur. Sang pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian. Dia merentangnya dengan kekuasaan-Nya Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.

(welcome to the world, my dear nephew Raia, and my niece Willma)


No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.