repackage
Repackage
Dalam branding, untuk menjaga kestabilan atau eksistensi suatu merek di pasar, perusahaan seringkali melakukan repackage terhadap produk. Barang yang dijual tetap sama, tetapi untuk menghindari kejenuhan pasar, packingnya dibuat berbeda. Sejauh yang saya tahu ada beberapa macam packing ulang terhadap produk, bisa dibuat jadi kemasan dengan jenis yang berbeda, misalnya ada silver queen mini, sebagai diferensiasi dari silver queen jenis besar, atau rokok kemasan 10 dari kemasan 12 atau 16. Ada juga packing yang hanya merubah bentuk kemasan, misalnya botol atau kotaknya. Bentuk yang paling sederhana, yaitu hanya mengubah tampilan atau printing dari kemasan tersebut, sedangkan bentuk kotak atau botol atau kalengnya tetap.
Saya nggak mau berpanjang-panjang di branding produk, karena saya bukan ahli dibidang itu, tetapi hal itu menginspirasi saya terhadap kita sendiri. Pakar marketing Indonesia yang saya hormati, pernah berkata bahwa kita harus bisa membangun brand, atau melakukan branding terhadap diri kita sendiri.
Suatu sore, saya sedang duduk di teras kost dengan 2 orang teman, yang sedang bercerita dan mengeluh tentang pekerjaan mereka. Mbak D mengeluh kalo dia sudah ngerasa stuck di kantornya. “Gue ngerasa gue disuruh perang, tapi nggak dikasi senjata” kata Mbak D. Gue ngerasa hidup gue lagi stuck aja, di rumah sih gue happy karena gue suka banget suasananya, tapi di kantor, gue ngerasa kosong aja, gue nggak bisa berkembang lagi, gue nggak tau mau berkembang dimana, sekarang gue lagi mikirnya, gue mau keluar aja dan nyari kerja lain, tapi di sisi lain, gue juga udah cocok banget ama kehidupan pribadi gue disini….
Sambil ngelietin ujan yang turun tambah derasnya dari teras, aku mikir dan berkomentar bahwa, mungkin kita perlu analisa diri kita sendiri apakah ini memang timingnya kita pindah, atau kejenuhan ini adalah pertanda bahwa kita perlu melakukan repackage terhadap hidup kita, entah di segi apapun itu. Jadi tetap menjalani hal yang sama, tetapi menghadapi kejenuhan dengan packing ulang. Sampai besoknya saya masih kepikiran tentang repackage, komentar teman saya Mr P…. waktu saya lempar permasalahan tentang repackage, menurut dia kita setiap saat harus melakukan repackage, karena kita ingin dilihat oleh orang lain, dan kita harus punya value added tersendiri. Well, so far, singkatnya yang dia katakan begitulah.
Mbak Din lain lagi, dalam pekerjaan beliau ingin sekali rolling, bener kan katanya, tetap melakukan hal yang sama toh….., bener juga….
Tetapi adik kost saya si Vida, semalam dengan gaya centilnya bilang, “mbakkkk, aku pengen curling rambut nih, kan repackageeeee…..”, hehehehehe