poenyakoe……;)

March 4, 2006

crete the acceleration

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 10:39 pm and

CREATE THE ACCELERATION

I remember a television commercial some time ago about lubricating oil’s product.  More or less it said that the product would increase the acceleration of the machine.  On oxford English dictionary, acceleration means to move faster.

I have one sparring discussion partner whose often giving me a great advise or a good topic to discuss with.  We were use to be a part time teacher once on college, there is a formula on science that involve acceleration:

V = Vo + a.t

V         =          Velocity

Vo       =          Starting Velocity

A         =          Acceleration

T          =          Time

Based on that formula, we can assume that velocity is the result of substraction between starting velocity (Vo) and multiplication on “A” with time.  As we can see, the most influencing actor on getting a high velocity is “A” factor.  Vo factor is not giving too much contribution since it stands alone and have no extra point to be multiplied with.

The time might also considered as an important factor, but not really crucial because time is a constant  matter since it does have a certain amount like 60 second for a minutes, 60 minutes for an hour, 24 hours a day, 12 months a year, etc.  So the most important factor to gain the best result is “A” factor.  The higher the “A”, the faster the velocity would be.

How this scientific formula would affect our life?

As me and my friend discuss further, in order to reach to a destination, we can use 2 ways:

  1. Routing theory
  2. Acceleration

Routing

Imagined that we are traveling by a public transportation such as bus, surely it is going to a final destination which is bus terminal.  On the way there, the bus will stop on each halte or bus stop for several times.  We are the passenger, and we have no power to intervence the speed of the bus.  All we have to do is just sit down and being calm, enjoying the view on the street, until we got to the destination we expect.  Eventually we will got there safe and sound, but it might take some time.

Acceleration

On the same journey, we can get to a destination faster, by the affect of  “A” factor on gaining the grade of velocity we want.  By driving our own vehicle, we can add our velocity as we increase the acceleration.  In this way, time factor would not determine so much, because we have got the right or a certain multiplication factor.  In other word, we can get to the destination faster as we control the speed on the travel our self.

Based on the analogy, as the way we life or the way we work, the way we do something, the big question is what is our main priority.  In my own opinion there is nothing wrong with routing or acceleration theory based on the necessity.

For some case, we choose routing theory for doing a certain things, might be our work, we follow everything as it have scheduled or programmed, enjoy the condition.  Eventually we will get to the destination, do the work properly, being a good employee, and responsible to what we have done.  In this theory, time would be such important matter, since the acceleration is not needed so much, time is having an important role and the quality or the journey is depending on time.

But for those other who want to travel faster, there is no other way than finding and exploring your own acceleration factor.  It doesn’t depend on time, as I have said before, the bigger the “A” the higher the velocity would be.  If lubricating oil is important for accelerating the machine, our ability might be lubricating oil for our self.  What is our ability and superiority, explore it.  Education, training, self improvement, and high motivation might be a good way.  Give the best we can, do more, give more.  Not the better, not the good, not the great, but the excellent as we can get, as we can give, as we can be.

On the bigger scale, which is the place we are currently working, as I know BNI is almost 60 years since it was established on 1946.  60 is the T factor.

What have we reached within 60 years?  Are we using a routing theory in the journey of serving our customer and our country, or are we accelerating to go faster than our competitor?.  60 is a long way to go, our predecessor have built the company from the beginning, and step by step have made BNI as one of the largest bank in Indonesia and stand still until now, even facing many obstacle on economic or other bad condition.  For me, it is excellent.

Further more, as the new program “road to 60” begin, I personally believed that it is the acceleration we have.  It is a good point that we have two influencing factor combined, acceleration and time.  So, as I describe the formula once again:

V = Vo + a.t.  In this case:

V         =          Velocity, or the target we want to reach.

Vo       =          1946, the time it begin to established

A         =          Acceleration in boosting up the corporate image, with new   brand, and new   vision to serve and being the pride of this nation.

T          =          Road to 60

And it wouldn’t stop here, it is only a new beginning

Hope we all can make it.

Have a nice journey dear all…

Note:

published on BNI forum, Feb 2006.

Thanks to my dear Ulfa, who introduce me to V=Vo+a.t, and teach me how to accelerate.

added value

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 10:34 pm and

ADDED VALUE

Berlanjut dari perbincangan saya dengan Mr P tempo lalu, dari re package kami berlanjut ngobrol-ngobrol tentang added value.  Nilai tambah apa yang dimiliki oleh seseorang, atau potensi-potensi yang bisa dikembangkan menjadi added value.

Kenapa kita harus memiliki added value, mmmmmmmmmmmmmmmm…. sejauh ini saya berpikir, agar bisa mencirikan kita dari orang lain, atau agar kita terdiferensiasi dari orang lain.

Kelanjutan dari re-package kemarin, mari kita ambil contoh sebuah produk, beberapa kali produk-produk tertentu melakukan packing ulang, tetapi menambahkan sesuatu yang baru sebagai added value nya.  Produk detergent yang menambahkan unsur pewangi, atau unsur pelembut pakaian didalamnya dapat menjadikan detergent itu terdiferensiasi dari detergent lain.  Atau sabun wanita, dengan packing ulang disertai penambahan unsur-unsur vitamin atau pelembut atau apalah, bisa lo mbikin wanita-wanita sasaran pasarnya berebut ingin membeli produk baru itu, karena nilai tambah yang ditawarkannya, inget

kan

ada produk yang sebagian besar komposisinya terdiri dari moisturizer? Pasti nyoba juga dehhhhh….

Dalam bidang professional, kenapa Tantowi Yahya bisa sedemikian mahalnya sebagai seorang MC, tentu saja karena kualifikasinya yang internasional, menurut saya sih added value yang dimiliki seorang Tantowi Yahya sangat banyak, mencakup kemampuan berbahasa asing yang lebih dari satu bahasa, serta nilai tambahnya yang lain, bisa nyanyi looooo…

Apakah added value harus dimiliki oleh orang-orang sekelas Tantowi Yahya?  Jangan salah…  Di kost saya ada 2 rumah, saya menyebutnya rumah depan dan rumah belakang.  Masing-masing rumah ada kepala Departemen Rumah Tangga, yang diketuai oleh seorang “Mbak”.  Tetapi kenapa Mbak Atik lebih sukses daripada Mbak Neneng?  Nggak salah lagi itu karena added value yang dimiliki oleh Mbak Atik lebih banyak daripada Mbak Neneng, dengan kata lain, dia bisa lebih professional di pekerjaanya. 

Ada

beberapa nilai tambah yang dimiliki Mbak Atik salah satunya adalah jago masakkkkk, jago mijet, dan bisa menjadi sekertaris pribadi, ataupun ajudan pribadi.  Jadi untuk segala urusan baik yang termaktub didalam job desc si mbak ataupun tidak termaktub didalamnya, anak-anak lebih mempercayakan kepada Mbak Atik.  Rentang karirnyapun meluas, tidak hanya meliputi urusan cuci setrika dan sapu, tetapi mencakup masak, nemenin kemana-mana, belanja, dan lain sebagainya all in.

                                                                                                

repackage

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 10:31 pm and

Repackage

Dalam branding, untuk menjaga kestabilan atau eksistensi suatu merek di pasar, perusahaan seringkali melakukan repackage terhadap produk. Barang yang dijual tetap sama, tetapi untuk menghindari kejenuhan pasar, packingnya dibuat berbeda. Sejauh yang saya tahu ada beberapa macam packing ulang terhadap produk, bisa dibuat jadi kemasan dengan jenis yang berbeda, misalnya ada silver queen mini, sebagai diferensiasi dari silver queen jenis besar, atau rokok kemasan 10 dari kemasan 12 atau 16. Ada juga packing yang hanya merubah bentuk kemasan, misalnya botol atau kotaknya. Bentuk yang paling sederhana, yaitu hanya mengubah tampilan atau printing dari kemasan tersebut, sedangkan bentuk kotak atau botol atau kalengnya tetap.

Saya nggak mau berpanjang-panjang di branding produk, karena saya bukan ahli dibidang itu, tetapi hal itu menginspirasi saya terhadap kita sendiri. Pakar marketing Indonesia yang saya hormati, pernah berkata bahwa kita harus bisa membangun brand, atau melakukan branding terhadap diri kita sendiri.

Suatu sore, saya sedang duduk di teras kost dengan 2 orang teman, yang sedang bercerita dan mengeluh tentang pekerjaan mereka. Mbak D mengeluh kalo dia sudah ngerasa stuck di kantornya. “Gue ngerasa gue disuruh perang, tapi nggak dikasi senjata” kata Mbak D. Gue ngerasa hidup gue lagi stuck aja, di rumah sih gue happy karena gue suka banget suasananya, tapi di kantor, gue ngerasa kosong aja, gue nggak bisa berkembang lagi, gue nggak tau mau berkembang dimana, sekarang gue lagi mikirnya, gue mau keluar aja dan nyari kerja lain, tapi di sisi lain, gue juga udah cocok banget ama kehidupan pribadi gue disini….

Sambil ngelietin ujan yang turun tambah derasnya dari teras, aku mikir dan berkomentar bahwa, mungkin kita perlu analisa diri kita sendiri apakah ini memang timingnya kita pindah, atau kejenuhan ini adalah pertanda bahwa kita perlu melakukan repackage terhadap hidup kita, entah di segi apapun itu. Jadi tetap menjalani hal yang sama, tetapi menghadapi kejenuhan dengan packing ulang. Sampai besoknya saya masih kepikiran tentang repackage, komentar teman saya Mr P…. waktu saya lempar permasalahan tentang repackage, menurut dia kita setiap saat harus melakukan repackage, karena kita ingin dilihat oleh orang lain, dan kita harus punya value added tersendiri. Well, so far, singkatnya yang dia katakan begitulah.

Mbak Din lain lagi, dalam pekerjaan beliau ingin sekali rolling, bener kan katanya, tetap melakukan hal yang sama toh….., bener juga….

Tetapi adik kost saya si Vida, semalam dengan gaya centilnya bilang, “mbakkkk, aku pengen curling rambut nih, kan repackageeeee…..”, hehehehehe

little things

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 10:25 pm and

Hal-Hal Kecil Yang Bikin Kamu Bahagia

Kadang saya mikir saya pastiiiiiiiii bahagia kalo bisa beli baju yang lagi sale di FO itu, dapet juga sihhhhhh namanya juga belanja, tapi sesudah melalui pertimbangan masak, dan akhirnya saya dapet… mmmmm memang sih ada sensasi adrenalin yang saya rasain waktu megang bungkusan barang fresh dari kasir itu, shopalcholicnya Sophie Kinsella bener-bener bisa describe how we feel deh…. ;). Atau kapan ya saya ngerasa happy banget, banyak sihhhh rata2 sebuah achievement…., waktu akhirnya bisa dapet barang mahal yang udah dicita-citain dari dulu, atau bisa pergi jauh bareng temen-temen yang udah diusahain dari dulu, bisa jalan ama cowok yang udah digebet dari dulu, atau bisa bisa lainnya.

Tapi kalo saya tanya ke rekan-rekan atau temen saya, nggak usah hal besar lah, gak harus achieve big stuff dulu kan baru bisa bikin kita happy, jadi iseng punya iseng, saya tanya apa sih gank hal hal kecillll aja yang bisa bikin kamu bahagia.  Jawabannya tidak dinyana-nyana ternyata lucu juga.  Bagi temen kantor saya, kegiatan “besar” di pagi hari sambil merokok, itu udah bisa bangetttt bikin hari yang berat sekalipun bisa dimulai.  Kalo buat adik saya yang sedang hamil, bahagia untuknya adalah menyaksikan perubahan sedikit demi sedikit dari tubuhnya, dimana calon keponakan saya sedang tumbuh dan berkembang.  Sedikit pergerakan atau perubahan pada dirinya, akan membawa limpahan rasa senang dan bahagia. 

Rekan-rekan kantor juga pasti bahagia kalo ada off line atau gangguan teknis toh, jadinya bisa istirahat barang sejenak untuk sekedar leyeh-leyeh ngelurusin punggung, hahahhaha, wah itu sih kebahagiaan diatas penderitaan orang lain. 

Jenga uli laen lagi, waktu saya lontarin topik ini, dia diem dulu, trus bilang, mmmmmmm sebenernya banyak ya, tapi tidak terperhatikan, misalnya gue suka banget n uda jadi rutinitas kalo ngedenerin musik keras-keras di pagi hari, bisa meningkatkan mood dan bikin pagi-pagi jadi happy.

Mungkin itu ya, karena cuma hal-hal kecil, jadi gak diperhatiin, padahal efeknya besar juga kalo dipikir-pikir.  Tapi sayang juga kalo gak dipikir-pikir, karena jadinya kita gak sadar akan hal-hal kecil yang patutnya kita syukuri.  Baiknya saya juga mulai memperhatikan deh.

Kalo saya sih simple aja, Cuma segelas capucinno, tapi diminum waktu ujan sore-sore di Bogor, sambil baca buku….., wuih bahagianya……..

rainy evening

Filed under: Uncategorized — adenliza @ 10:19 pm and

Rainy Evening

It’s a rainy evening here in a cozy café at Bogor.

Mbak berbaju hijau dan Mas berkemeja putih sedang ngobrol dengan serius, sambil minum segelas latte dan capucinno, cafenya nggak begitu penuh, mungkin karena hujan. Ada sekelompok remaja, mungkin segank, lagi asiknya haha hihi, gossip gossip, sambil makan kentang goreng sepertinya, makanan beratnya udah abis dari tadi, sambil nunggu ujan mereka mesen beberapa hidangan cemal cemil. Atau bernyanyi-nyanyi seiring lagu yang lagi diputer disini. Di sofa ada dua remaja cowok, yang satu bengong sambil ngerokok, yang satunya lagi baca koran. 2 pasang cowok cewek, mungkin lagi double date.

Sementara, waiter dan waitress berdiri dengan sigap, sambil lemes2 juga sih. Bossnya ada juga , yang pake dasi itu, kadang-kadang mondar mandir masuk dan keluar dari ruang staffnya.

Bangku disini lebih banyak diisi yang didekat kaca, soalnya viewnya bagus banget langsung ngadep ke jalan pajajaran kota Bogor, kacanya tinggi dan semua dindingnya dari kaca, so, kita bisa ngeliet view itu dengan bebasnya.

Di sudut jalan ada 5 anak dengan ojek payungnya, mereka mbawa 2 payung atau satu payung yang ukurannya super jumbo untuk bisnis lahan basah mereka. Setiap kali ada angkot berhenti untuk menurunkan penumpang, saat itulah rejeki mereka datang. Sejauh ini sudah ada 3 orang yang mendapatkan rejeki, dan 2 yang lain masih sibuk berlari-lari jika ada angkot-angkot yang berhenti.

Di pinggir-pinggir bangunan ini, berjajar orang-orang yang berteduh, kebanyakan pejalan kaki atau pengendara motor yang menunggu hujan berhenti, minimal menipislah, karena hujan di bogor mah sudah terkenal awetnya. Ekspresinya lucu-lucu, ada yang melamun, ada yang berwajah masam karena sudah kuyup semua, tapi ada juga yang mesem mesem karena kuyupnya bersama seseorang.

Hujan masih terus turun dan kawanan ojeg payung yang tadi sudah pergi semua, tetapi digantikan oleh kawanan lain yang entah darimana datangnya. Orang-orang berjalan ditengah hujan dengan memakai payung warna-warni, lucu sekali. Seorang ibu misuh-misuh karena roknya terciprat air dari mobil crv silver yang lewat dengan sedikit ngebut.

Air masih turun di dinding kaca café ini,
Si mbak berbaju hijau dan masnya sudah beranjak, dan meminta bill…..
Remaja-remaja itu masih tertawa-tawa…
Tukang ojek masih berkeliaran, orang-orang masih berteduh, musik masih mengalun…
And I’m here ……
missing u…..
Bogor, 08 Feb 2006

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.