substitusi dan komplementer
waktu jaman saya sma dulu, di pelajaran ekonomi ada istilah barang substitusi dan komplementer. Intinya sih, kalo barang substitusi yaitu barang yang dapat mengganti fungsi barang yang lain, misalnya jagung bisa dijadikan substisusi padi. kalo barang komplementer yaitu barang pelengkap, jadi sesuatu tidak bisa berfungsi tanpa kehadiran barang yang lain, misalnya jarum dan benang, (well, sebenernya benang bisa sih dipake sendiri, untuk ngiket-ngiket apa kek….;)
okeh, jadi begini…
Last week, i went w some of my friends to have lunch. Disana ada live music gitu, I thought he was sum kind of musician gitu, tapi ternyata setelah ngobrol, dia tuh kerja di percetakan, and waktu liburnya dipake untuk kerja sambilan di bidang yang dia suka. Wow, what a pleasure……, melakukan pekerjaan yang kita sukai atau hobby kita dan dibayar, adakah sesuatu yang lebih bagus dari itu.
Banyak orang, (mungkin termasuk saya ?), yang terjebak bekerja di bidang yang tidak begitu kita sukai, tetapi sudah almost settle untuk mencari pekerjaan lain, takut tidak nyaman, takut melepas yang sudah ada dan berbagai takut-takut lainnya. Saya juga nggak tau apa mas tadi tidak begitu mencintai pekerjaannya atau justru suka keduanya (perfect banget ya….?), tapi yang jadi inti adalah gimana kita harus mengkali segala ketidakpuasan atau kekurangan yang kita punya. After all kan, emang udah jelas kalo kita nggak mungkin bisa dapetin semua yang kita inginkan, tetapi selalu ada cara… Ada yang bisa menerapkan konsep-konsep yang saya ceritain, ada juga yang nggak, tetapi selalu ada cara…
Ada juga temen kuliah saya dulu, yang berkerja di suatu institusi, padahal dulu dia kerja di swasta, dan lumayan profesional juga karirnya, kalo menurut istilah sekarang, udah expertise lah di bidangnya. trus saya tanya, ngapain bu, kok pindah kesana, kan kerjaan sekarang udah manteb, lalu dia jawab, kalo kerja disini lebih gede peluang sekolah laginya, terussss (nah ini niy…), gue mau buka konsultan juga nantinya…… Berkaitan dengan teori khusus buat saya sendiri, ini yang saya maksud dengan complement, jadi bagaimana kita bisa achieve sesuatu sebagai pelengkap dan penyempurna…
Selain ms x yang temen saya tadi, ya ada jugalah beberapa sahabat lain yang kreatif dan saya kagumi, yang kalo teori pribadi saya tadi masuk teori komplementer, misalnya yang kerja jadi penyiar nan tenar sekarang ituuuuuu, kalo weekend justru kesempatan menanggok uangnya lebih kenceng lagi dengan menjadi mc di beberapa event dari EO tempatnya bekerja (lagi!!!)
Kalo saya pribadi sih masih mengawang-awang, apakah saya bisa mencari pekerjaan substitusi sehingga saya bisa mengerjakan hal-hal yang saya cintai juga, atauuuuuuu bener-bener mensubstitusi pekerjaan saya, hehehehe…
good day !!!!