poenyakoe……;)

February 3, 2006

consience

Filed under: my week... — adenliza @ 9:36 pm and

a few weeks ago, i had a reunion w sum of my friends di TA. Setelah ngopiiiiiii, makannnnnn, gossiiippp, ngopi lagi, kita sepakat untuk melakukan ritual olahraga kecil ala wanita, apalagi kalo bukan shopping….;)

di salah satu pojok gerai butik ternama internasional, lagi terpajang tanda diskon gede2an, 70% !!!! Buat yang addict2 ama nomor itu, absolutely bagaikan air digurun pasir, atau bagaikan kena durian runtuh, atau bagaikan apa lagi ya cari sendiri deh. langsung deh temen gue maureen and me masuk disana. Ramenyaaaaa lebih dari pembagian minyak tanah waktu jaman krisis bbm tempo hari, beneran.

Gue sih udah gak napsu, tapi demi sebuah persahabatan, gue nemenin maureen lah ya.

So far cerita gue fine ya, mana hubungannya dengan consience niyyyy….?

jadi waktu mau nyoba baju, memang sedikit berantakan di fitting room itu, tapi m udah dengan lincahnya milih satu booth yang kosong, dan kaum wanita, kalian pasti pada mengerti ya kalo dalam pemilihan paripurna sebuah kostum , diperlukan nasihat terbaik dari seorang sahabat,s tuju!!!. jadi gue bersandinglah disebelah m (just for givin her support to buy the clothes, support???? hehehehhe).

tak dinayna nyana, suddenly sorang petugas disana, i dont know dia siapa, tapi kalo ngeliet gayanya yang "……", kayaknya store spv or store manager lah, soalnya gue agak kagum kalo pramuniaga aja bisa begitu, walopun di butik sekelas XXX. dia ngomong keras dengan nada memerintah yang (bentar gue cari padanannya…), seperti nyuruh mboknya di rumah nyetrika bajunya…., nahh itu.  "TOLONG YA, YANG NGGAK NYOBA BAJU KELUAR DARI BARISAN", Gue bagai kucing kesiram aer langsung toleh kanan kiri and mundur teratur kayak bebek pulang kandang dong, gak pengen cari ribut juga, walopun sedikit kaget aja, buset dehhhhh biasa dong mbak.

Akhirnya, gue memutuskan untuk nunggu m selesai mencoba dan menilik baju tersebut, tapi emang habit perempuan yang butuh opini kali ye, si m nelp gue n minta gue ke ruang fitting bentar untuk kasi comment, sekali lagi sebagai sahabat yang baik serta clothing advisor yang profesional, gue kambali ke booth yang penuh trauma especially bagi gue.

Kondisi disana tampak lebih rapi dengan wanita2 yang berjejer dengan baju2 pilihannya, gue sempet agak ragu juga siy. Tapi i tought, yahhhh cuma ngasih komentar sedetik trus cabut ini.

Trus, jreng…… jreng……, ayo hadirkan suasana horor…..

tiba2 mbak yang tadi udah dengan sigapnya menghadang gue, and waktu gue bilang dengan pasrahnya "nggak nyoba baju kok mbak, cuma ngeliet temen saya bentar". oh my god….., dengan satu kalimat yang sangat menohok, dan nada yang lebih menohok lagi, dia bilang satu kata saja saudara…. "NGGAK BOLEH".

gue rada2 geli juga sih, ini butik atau penjara sih, kok ada sipirnya, hahahhaha… untung si m udah selesai and ada persis di depan tempat gue berdebat (dan pertempuran ambarawa pun tidak jadi dilangsungkan, padahal gue udah siap tempur tuh saking keselnya, hehehhe). Jadi gue masuk, kasi koment, ngomel2 karena kesel, trus langsung keluarrrrrrr, kesal sayah hari ituhhh.

Pointnya apa ya dari cerita gue yang maha panjang tadi.

gue nggak mau bahas butik tadi ataupun mbak tadi, gue cuma nggak ngerti aja.

Dalam pekerjaan gue, gue dituntut untuk menghadapi orang2 dengan cara seramah mungkin, karena dalam hal ini customer adalah tamu, nasabah adalah tamu. Tentu saja ini nggak akan terlepas dari butik tadi, bahwa customer adalah tamu-tamu yang memungkinkan berjalannya sebuah toko.

Tetapi urusan menghadapi tamu, sikap karyawan atau apapun bukan urusan gue, karena gue toh tidak bekerja disana, biar aja manager-manager disana yang berpikir atau paling nggak berusaha menyelamatkan image dari brand yang udah dengna susah payah dibangun oleh para pendahulu-pendahulu mereka, ya tohhh…

Gue cuma merefleksikan hal ini ke diri gue sendiri, bahwa dalam bersikap alangkah baiknya kalo saya menggunakan consience saya, karena saya toh udah merasakan nggak enaknya diperlakukan "tidak baik", after all… deep thanks ke mbak tadi, paling nggak dia udah ngasih gue bahan untuk introspeksi…


No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.